Featured

NOVEL


Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang yang berada di sekelilingnya dan menonjolkan watak (karakter) dan sifat setiap pelaku. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Penulis novel disebut novelis.
Genre novel digambarkan memiliki “sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun”.[1] Pandangan ini melihat novel berawal dari Yunani dan Romawi Klasikabad pertengahan, awal roman modern, dan tradisi novella. Novella adalah suatu istilah dalam bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat, yang dijadikan istilah dalam bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18. Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18.

Roman adalah narasi prosa panjang yang terkait erat dengan novel. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roman adalah karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Walter Scott mendefinisikannya sebagai “narasi fiktif dalam bentuk prosa atau sajak. Tujuannya adalah menjadikan peristiwa di dalamnya sebagai peristiwa yang luar biasa dan jarang terjadi”, sementara dalam novel “peristiwa-peristiwanya adalah rentetan peristiwa nyata yang biasa terjadi dalam kehidupan manusia dan keadaan masyarakat saat itu”.[3] Tetapi, banyak roman, termasuk roman-roman historis karya Scott,[4] Wuthering Heights karya Emily Brontë[5], dan Moby-Dick karya Herman Melville,[6] sering juga disebut novel. Roman yang disebutkan di sini berbeda dengan roman percintaan fiksi populer atau novel roman. Bahasa-bahasa Eropa lainnya tidak membedakan antara roman dan novel: “a novel is le roman, der Roman, il romanzo.”[7]

DEKET IYA,JADIAN KAGAK :’v

— JONES.

BLOG EXPERIMENT WKWKWK.

My Story

Karangan ini bercerita tentang Keluarga Intan. Dia memiliki Ayah dan Ibu lengkap, dua adik kandung- Sahsa dan Razi dan kakak angkat bernama Izki. Mereka hidup bahagia, saling mencintai satu sama lain. Namun kebahagian mereka direnggut oleh musibah yang tidak diinginkan.

Musibah itu adalah gempa. Ketika itu Intan dan Izki setelah mengaji di Masjid Al-Qariah. Dia dan Izki, membeli es langganan mereka yang bernama “Es Ketagihan”. Sesuai namanya, es ini memang membuat ketagihan. Intan sudah merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Dia tidak mau makan es di dalam warung es.

Sebelum sampai rumah terjadilah gempa. Gelap malam hari semakin membuat bencana semakin mencekam dan menakutkan. Semua orang berlarian, menghindar dari dahsyatnya gempa yang membuat banyak bangunan hancur berantakan dan rata dengan tanah. Izki dan Intan juga lari tak tentu arah, tetapi mereka berdua jatuh karena terkena robohnya bangunan. Izki terkena tubuhnya, Intan kakinya yang dijatuhi reruntuhan bangunan.

Setelah gempa selesai dan masa evakuasi telah berlangsung.  Kedua orang tua Intang meninggal. Kedua adik Intan selamat dan membuat tenda penginapan. Izki dan Intan dibawa ke rumah sakit yang berbeda. Intan dibawa ke rumah sakit Mahta. Meski sedih karena tidak satu rumah sakit dengan kakaknya, Intan memiliki keberuntungan lain.

Dia bertemu Lizka, Lizkalah yang selalu memotivasi Intan bahwa Intan bisa sembuh dari patah kakinya. Hingga akhirnya kaki Intan sembuh dan bisa berjalan seperti sedia kala. Lizka tangannya patah. Intan juga mencoba memotivasi Lizka, tapi Lizka tahu bahwa tangannya terluka parah dan tidak bisa sembuh. Akhirnya, Lizka tawakkal saja.

Setelah sembuh Intan mencari adik-adiknya, setelah menemukan mereka Intan dan kedua adiknya mencari kakaknya di rumah sakit lain. Setelah bertemu, mereka berziarah ke makam Abi-nya dan Umi-nya. Meski terasa pedih, sakit dan sedih, tapi mereka tetap berusaha tabah. Mereka terus menjalani kehidupan dengan optimis.

Contohnya, Intan terus merawat impiannya menjadi seorang penulis. Setelah diary-nya rusak karena gempa dia mendapat diary baru dari teman kakaknya saat bertemu di kereta api. Melalui diary tersebut dia meneruskan kegiatan belajar menulisnya melalui menulis kisah kehidupannya. Ketika Lizka meminjam dan membaca diary Intan, Lizka tidak mau mengembalikan cepat-cepat diary tersebut.  Dia ingin memberi surprise pada Intan.

Novel remaja ini ditulis oleh seorang yang telah menginjak usia remaja yang dulunya adalah penulis KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya). Beranjak remaja penulis yang akrab dipanggil Sucia ini tetap eksis dalam dunia tulis menulis. Melalui buku remaja yang ditulisnya ini, dia memberi pesan pada pembaca. Pertama, tentang cinta universal yang harus diketahui oleh remaja bukan cinta pada lawan jenis, tetapi kepada keluarga. Seperti saling mencintainya keluarga Intan. Kedua, pesan yang bisa diambil oleh pembaca dari novel ini adalah meski dalam kekurangan impian tetap harus diusahakan. Tidak boleh putus asa, karena insya Allah akan ada jalan yang akan membantu mencapainya. Mengutip status facebook Asma Nadia yang sama dengan pesan novel ini, “Mimpi-mimpi tak terwujud hanya karena diinginkan. Mimpi-mimpi harus diperjuangkan.”

Meski kadang ada pemilihan kata yang kurang pas, novel  ini cocok dibaca oleh remaja di mana pun berada. Karena amanah dan pesan di dalamnya yang bagus dan membangun semangat remaja untuk menjadi lebih baik dan semangat meraih cita-cita. Semoga dan  Selamat membaca!

by : Yudha Yudistira

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started